Masjid Nurul Jamaah: Saksi Sejarah Penyebaran Islam di Makassar
17 September 2024, 15:22 - Wisata Nusantara BAGIKAN Masjid Nurul Jamaah Makassar.
(Foto: Wilda/HeraldSulsel)
HERALDSULSEL.COM, MAKASSAR – Masjid Nurul Jamaah berdiri megah di persimpangan Jalan Kandea dan Jalan Lamuru, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Masjid ini menjadi saksi penyebaran agama Islam di wilayah tersebut, yang terakhir diturunkan oleh Allah SWT.
Berdiri sejak tahun 1635, masjid ini telah mendekati usia 400 tahun dan merupakan salah satu situs sejarah penting di Kecamatan Bontoala.
Dari luar, Masjid Nurul Jamaah menarik perhatian dengan menara-menara yang menjulang tinggi dan kubah berwarna emas. Pada bagian depan masjid, tertera tulisan “Anno 1635,” menunjukkan tahun pembangunannya.
Meskipun tidak banyak bukti tertulis yang tersisa, kisah-kisah dari generasi ke generasi menyebut bahwa masjid ini didirikan oleh seorang bangsawan Bugis kaya bernama Lajagiru.
Bukti keberadaannya didukung oleh makam Lajagiru beserta keluarganya yang berada tepat di samping masjid.
Sekretaris Camat Bontoala, Suryadi Yamin, mengungkapkan bahwa Masjid Nurul Jamaah ini adalah salah satu dari dua masjid tertua di Kota Makassar. “Ini masjid tertua kedua setelah masjid di Kecamatan Tallo.
Masjid Nurul Jamaah terletak di Kelurahan Bontoala II dan merupakan situs sejarah penting di wilayah kami,” ujarnya kepada Herald Sulsel, Selasa 17 September 2024
Meskipun masjid ini telah mengalami renovasi, sebagian besar arsitektur aslinya tidak lagi bertahan. Desainnya kini cenderung modern, dihiasi kaligrafi khas masjid masa kini.Beberapa elemen desain tetap terinspirasi oleh masjid-masjid Persia dan Madinah.
Pada awalnya, masjid ini hanyalah sebuah surau yang terletak di desa yang dikelilingi persawahan. Ia berharap agar situs-situs bersejarah, termasuk Masjid Nurul Jamaah dan makam Lajangiru, tetap dilestarikan. “Kami berharap situs-situs ini dapat menarik minat masyarakat lokal dan luar daerah untuk berkunjung, baik untuk beribadah maupun mempelajari sejarah Islam di Kota Makassar, mengingat perannya yang signifikan dalam penyebaran Islam di Makassar,” pungkas Suryadi.
Diketahui Pemakaman Lajangiru saat ini dikelola oleh Badan Purbakala Provinsi, yang secara rutin melakukan pemeliharaan terhadap situs tersebut. Beberapa peziarah, termasuk dari luar Sulawesi, sering datang untuk mengunjungi makam Lajangiru dan makam-makam Arab yang berada di sekitarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Herald Sulsel dengan judul 'Masjid Nurul Jamaah: Saksi Sejarah Penyebaran Islam di Makassar' selengkapnya https://sulsel.herald.id/2024/09/17/masjid-nurul-jamaah-saksi-sejarah-penyebaran-islam-di-makassar/Download Aplikasi Herald ID untuk akses berita lebih mudah dan cepat :Android Play Store : http://bit.ly/3BeRNjX